Kamis, 15 April 2021

Materi Ringkasan Perkembangan Poleksosbud Indonesia

Mempertahankan Kemerdekaan

Perjuangaan dari para pahlawan yang rela berkorban demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Bahkan hingga berlanjut pada peristiwa-peristiwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ini peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai berikut :

1.         Pertempuran 10 November

Awalnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945, tentara Sekutu berniat menguasai Surabaya.pertempuran pecah, pada 30 Oktober 1945, Jendral Mallaby tewas. 9 November Inggris mengultimatum agar Rakyat Surabaya menyerahkan senjata, kalau tidak, pada 10 November akan digempur habis dari darat, laut, udara. Namun, ultimatum dihiraukan oleh rakyat Surabaya, dan bertekad untuk mempertahankan Surabaya sampai titik darah penghabisan. Bung Tomo memimpin para arek-arek Surabaya yang membakar semangat para pejuang.

2.          Bandung Lautan Api

Peristiwa yang terjadi pada 23 Maret 1946 para penduduk Bandung membakar rumah mereka sebelum meninggalkan dan mengungsi ke daerah selatan Bandung, tak kurang dari 200.000 ribu rumah dibakar dan dalam waktu tujuh jam! Ini dimaksudkan agar mencegah tentara Sekutu dan NICA Belanda menggunakan Kota Bandung sebagai markas militer.

3.      Pertempuran 5 Hari di Semarang

Pertempuran ini berlangsung pada 15-19 Oktober 1945, melawan tentara Jepang, dan dihentikan saat adanya gencatan senjata. Penyebab utamanya,  karena larinya tentara Jepang pada saat akan ditahan dan tewasnya Dr. Kariadi, yang dibunuh oleh tentara Jepang saat akan memeriksa sumber air yang diduga diracuni oleh Jepang.

4.      Pertempuran Ambarawa

Terjadi pada 20 November 1945 dan berakhir 15 Desember 1945, antara pasukan TKR dan para pemuda melawan pasukan Sekutu Inggris. Bermula pada 20 Oktober 1945, tentara Sekutu yang membebaskan tawanan Sekutu dan menuju Magelang untuk membebaskan tawanan NICA Belanda. Puncaknya pada 20 November perang pun pecah, karena pihak Sekutu mengingkari janji yang telah disepakati terkait isi naskah pada 2 November 1945.

5.      Pertempuran Medan Area

Pertempuran yang terjadi pada 10 Desember 1945. Sekutu mendarat di Medan pada 9 Oktober, yang dipimpin oleh Brigadir Jendral T.E.D Kelly, yang diboncengi oleh NICA. Para pejuang pada 13 Oktober telah siap membentuk Divisi Benteng, dan terjadi pertempuran pertama di Medan pada tanggal itu. Puncaknya pada 10 Desember 1945.

6.      Perang Puputan

Perang ini dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai, yang terjadi pada 20 November 1946. Pasukan TKR bertempur habis-habisan dalam mengusir pasukan Belanda yang kembali datang setelah kekalahan Jepang.

 

Peristiwa-peristiwa di atas sebagai bagian dari upaya rakyat Indonesia mengadakan perjuangan fisik atau konfrontasi dengan penjajah terutama tidak menginginkan Belanda bercokol di tanah air kembali. Rakyat sudah tahu sejak di proklamirkan Kemerdekaan RI, maka jika ada penjajah yang ingin kembali menguasai tanah air akan berusaha mengusirnya sampai titik darah penghabisan. Sudah terlalu lama dijajah dengan merasakan penindasan, kekejaman dan menguras SDA Indonesia.

Namun upaya konfrontasi tersebut sebatas untuk memberi perlawanan bahwa bangsa Indonesia ada dan sudah merdeka. Persenjataan yang ada atas rampasan dari serdadu Jepang tentu masih kalah dengan senjata pasukan Belanda yang datang kembali setelah Jepang menyerah tanpa syarat 15 Agustus 1945. Hasil konfrontasi belum mampu mengusir Belanda dari tanah air. Oleh karena itu para tokoh kaum cerdik cendekiawan bangsa Indonesia juga berjuang melalui diplomasi.

Diplomasi berkebalikan dengan perjuangan fisik. Karena lebih mengutamakan perundingan, menarik simpati dunia internasional, serta menghasilkan kesepakatan. Diplomasi sama sekali tidak menggunakan kekuatan senjata sehingga tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Berikut contoh perjuangan memerdekakan Indonesia melalui diplomasi:

1.         Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati diadakan pada 11 November hingga 13 November di Desa Linggarjati, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat. Perundingan ini dipimpin oleh Lord Killearn dari Inggris. Perjanjian ini baru disahkan pada 25 Maret 1947. Secara garis besar, isi Perjanjian Linggarjati adalah Belanda harus mengakui secara de facto atas wilayah Indonesia, yakni Jawa, Sumatera serta Madura.

2.         Perjanjian Renville

Perjanjian Renville diadakan pada 8 Desember 1947. Perundingan ini dilaksanakan di atas kapal perang Amerika Serikat, yakni USS Renville. Perundingan ini dilakukan karena Belanda menyerang Indonesia setelah Perjanjian Linggarjati. Hasil dari perjanjian ini sangatlah merugikan Indonesia. Contohnya Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Sumatera serta Yogyakarta sebagai bagian dari wilayah Indonesia.

3.         Perundingan Roem-Royen

Hasil dari perundingan ini ditandatangani pada 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes Jakarta. Perundingan ini dilakukan setelah Belanda melakukan Agresi Militer Belanda serta menangkap pemimpin Indonesia. Perundingan Roem-Royen menghasilkan keputusan jika Belanda bersedia untuk membebaskan seluruh tawanan perang serta menghenitkan agresi militer. Begitu pula dengan Indonesia yang setuju untuk menghentikan perang gerilya.

4.         Konferensi Meja Bundar

Sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda, dari 23 Agustus hingga 2 November 1949 antara perwakilan Republik Indonesia, Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia.

Hasil kesepakatannya :

  • Kerajaan Nederland menyerahkan kedaulatan atas Indonesia yang sepenuhnya kepada Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat lagi dan tidak dapat dicabut, dan karena itu mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat.
  • Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada Konstitusinya; rancangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada Kerajaan Nederland.
  • Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnja pada tanggal 30 Desember 1949.
  • Keterangan tambahan mengenai hasil tersebut adalah sebagai berikut: 
  • Serah terima kedaulatan atas wilayah Hindia Belanda dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serah terima, dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
  • Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan pemimpin kerajaan Belanda sebagai kepala negara
  • Pengambilalihan utang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat

Secara De Yure atau hukum sudah ada perjanjian pengakuan kedaulatan dari Belanda Kedaulatan dipindahkan kepada Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949. Tanggal 27 Desember 1949, pemerintahan sementara negara dilantik. Soekarno menjadi Presidennya, dengan Hatta sebagai Perdana Menteri, yang membentuk Kabinet Republik Indonesia Serikat. Indonesia Serikat dibentuk seperti republik federasi berdaulat yang terdiri dari 16 negara bagian (di dalamnya negara boneka) dan merupakan persekutuan dengan Kerajaan Belanda. Dari isi kesepakatan itu dianggap sudah ada yang menguntungkan Indonesia artinya dunia sudah mengetahui. Tetapi isi kesepakatan itu masih ada misi Belanda yang ingin memecah belah bangsa dan masih menyisakan masalah Papua Barat.

Makanya secara yuridis pengakuan kedaulatan 27 Desember 1949 tetapi De facto atau kenyataan setelah waktu tersebut Belanda tetap bercokol di Indonesia. Itulah akal penjajah yang tetap licik dan berusaha mengakali bangsa Indonesia yang dianggap bodoh. Pada kenyataannya Belanda tetap berada di Indonesia terutama bercokol di Papua Barat. Hingga Bangsa Indonesia berusaha merebut Irian Barat (nama lama) hingga berguguran tentara laut kita yang menggunakan kapal Macan Tutul pimpinan Yos Sudarso.



Belanda pergi dari bumi Indonesia setelah PBB turun tangan dalam penyelesaian Irian Barat. Kenyataannya orang Belanda pergi dari wilayah Indonesia 1 Mei 1963. Tanggal penyerahan kedaulatan oleh Belanda ini juga merupakan tanggal yang diakui oleh Belanda sebagai tanggal kemerdekaan Indonesia. Barulah sekitar enam puluh tahun kemudian, tepatnya pada 15 Agustus 2005, pemerintah Belanda secara resmi mengakui bahwa kemerdekaan de facto Indonesia bermula pada 17 Agustus 1945. Dalam sebuah konferensi di Jakarta, Perdana Menteri Belanda Ben Bot mengungkapkan "penyesalan sedalam-dalamnya atas semua penderitaan" yang dialami rakyat Indonesia selama empat tahun Revolusi Nasional, meski ia tidak secara resmi menyampaikan permohonan maaf. Reaksi Indonesia kepada posisi Belanda umumnya positif; Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirayuda mengatakan bahwa, setelah pengakuan ini, "akan lebih mudah untuk maju dan memperkuat hubungan bilateral antara dua negara.

Itulah penjajah apa yang dikatakan berbeda dengan hatinya. Makanya kita nggak boleh punya hati yang berbeda dengan ucapan. Penjajah juga suka mengakali atau berbuat licik, orang lain dikadali atau dibodohi. Kalau diri kita suka berbuat berbeda sesuai hatinya dan suka licik dalam bertindak berarti kita termasuk menjajah orang lain. Contoh dalam PJJ temannya disuruh susah payah mengisi modul sedangkan dirinya tinggal mencontoh, copy atau fotokopi tanpa susah payah itu bagian dari berbuat mengakali licik terhadap orang lain.


Link download : Tugas Membuat Poster

Tidak ada komentar:

Posting Komentar